Sebagai orang tua anak yang telah memasuki usia remaja tentu kita peduli dengan pendidikan yang sedang ditekuninya. Mestinya demikian juga bukan.
Anak merupakan investasi keberadaan kita di hari esok, apakah bisa seperti itu ? Ya minimal nilai-nilai yang kita hayati juga dapat diteruskan oleh anak-anak kita. Anak merupakan cermin orang tua.
Meskipun sekolah umum penting, tetapi sekolah dalam keluarga juga penting. Nilai-nilai utama dapat juga kita berikan.
Prinsip utama pendidikan yang harus diberikan adalah kemampuan untuk mandiri, belajar untuk mampu mengurus diri sendiri, belajar mampu untuk mandiri belajar sendiri dan belajar untuk mandiri berinteraksi dengan orang lain. Diharapkan pada tahap tersebut anak kita mampu menyelesaikan kewajiban dasar persekolahan. Istilahnya lolos aja dari setiap evaluasi sekolah. Pada tahapan tersebut maka si anak mempunyai keyakinan bahwa dia minimal mempunyai kemampuan sama dengan teman-teman lain. Pada kondisi ini diharapkan si anak tidak memerlukan les-les privat tambahan.
Jika tahap mandiri sudah, maka sebaiknya si anak diberi kesibukan ekstra kurikuler yang khas sehingga anak mempunyai keyakinan bahwa dia berbeda dengan teman-teman yang lain. Ekstra skul tersebut bisa berupa olahraga atau kesenian. Jadi diberi modal agar berani aktualisasi diri, bahwa dia mempunyai keistimewaan dengan yang lain. Jadi tempatnya adalah kemampuan aktualisasi diri.
Dengan dua hal tersebut diharapkan si anak berani tampil beda dan percaya diri, sisi lain si anak harus selalu dimonitor bahwa semua kemampuan tersebut bukan untuk menyombongkan diri sendiri, bahwa itu adalah punya maksud tertentu, bukan untuk diri sendiri tetapi sebenarnya adalah untuk kemulyaan-NYA.
Oktober 25, 2007 pada 6:16 am
Yak, setuju sekali, pak. Pendidikan anak2 memang harus dipikirkan sejak dini. Di pundak merekalah kelak nasib masa depan negeri ini dipertaruhkan. OK, salam.