perlukah kita menjaga penampilan ?

Oktober 25, 2007

Wah bapak ini, koq jadi kemayu (istilah jawa untuk genit). Biasa saja, wajar wong sudah tua.

Wajar gimana sih ? Lho apa ini nggak bisa disebut wajar juga bune.

Begini bune, kamu khan sudah tahu kalau rambutku udah botak dan ubanan. Rambut sedikit dan sebagian udah botak, jadi kalau panjang sedikit aja dari rambut dikepala yang udah sedikit itu jadi nggak kelihatan rapi, oleh karena itu saya potong pendek jadi nggak terlalu menyolok. Juga potongannya aku sisain rambutnya lalu aku semir hitam. Jadi tampilannya kelihatan segar gitu.

Segar dan tidak kelihatan tua, biar kelihatan penuh gairah. Gairah yang positip lho, berkarya gitu. Itu penting karena pekerjaanku adalah guru. Jika itu ditunjang oleh berpakaian rapi (nggak perlu menyolok), pakai dasi dan berpenampilan ceria. Saya yakin itu juga menambah semangat siswa untuk bersama-sama belajar di kelas.

Gitu khan.

4 Tanggapan ke “perlukah kita menjaga penampilan ?”

  1. bakazero Berkata

    penampilan memang harus dijaga ya…
    trus semangat diri juga, biar ga keliatan ‘loyo’ di depan orang lain

  2. dbrot Berkata

    iya mas Bobby Nugraha Ariffin , saya sudah berkunjung balik lho ke web-nya. Bagus lho isinya, suka nglinux ya.

    Eh ternyata kalau pakai hosting sendiri harus nyatat manual dulu ya, waktu itu lupa alamat blogku, jadi balik aja bales disini.

    Jadi ngeblog di wordpress.com seperti ini ternyata lebih enak ya, udah gratis dan otomatis dicatakan jika berkunjung ke blog lain.

    Hidup wordpress. Tapi tampilannya seadanya. Jadi kalau begitu menurut wp yang penting isi dari pada tampilan. :D

  3. bakazero Berkata

    iya, asik juga pendapatmu. …
    intinya adalah di karyanya khan? hehe…

  4. Oemar Bakrie Berkata

    Salam kenal Pak. Salut atas karya-karyanya (yg ada di blog satunya lagi).

    Soal penampilan, kalo lagi potong rambut saya juga sering ditawari utk ngecat rambut tapi saya cuma mesam-mesem saja.

    Salam sukses ya Pak.


Tinggalkan Balasan