<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>untaian kata bermakna</title>
	<atom:link href="http://dbrot.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dbrot.wordpress.com</link>
	<description>ingin menuju kesempurnaan dalam hidup abadi</description>
	<lastBuildDate>Fri, 07 Mar 2008 04:46:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='dbrot.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>untaian kata bermakna</title>
		<link>http://dbrot.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://dbrot.wordpress.com/osd.xml" title="untaian kata bermakna" />
	<atom:link rel='hub' href='http://dbrot.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>awas ramal nasib</title>
		<link>http://dbrot.wordpress.com/2008/03/07/awas-ramal-nasib/</link>
		<comments>http://dbrot.wordpress.com/2008/03/07/awas-ramal-nasib/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Mar 2008 04:05:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dbrot</dc:creator>
				<category><![CDATA[renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dbrot.wordpress.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[Kata pengantar  Tulisan dibawah ini bukan tulisan saya, tetapi diperoleh dari seseorang atau mungkin milis (?). Jika ada yang berbicara tentang ramalan, maka biasanya saya abaikan. Tidak baik ! Tetapi ternyata tulisan ini berbicara tentang ketidak-baikan tersebut, jadi perlu saya keep. Ini merupakan wawancara terhadap seorang mantan peramal yang masuk kristen, tentang pengalaman pribadinya dahulu sebagai peramal nasib [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dbrot.wordpress.com&amp;blog=1977127&amp;post=11&amp;subd=dbrot&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kata pengantar </p>
<blockquote><p>Tulisan dibawah ini bukan tulisan saya, tetapi diperoleh dari seseorang atau mungkin milis (?).</p>
<p>Jika ada yang berbicara tentang ramalan, maka biasanya saya abaikan. Tidak baik ! Tetapi ternyata tulisan ini berbicara tentang ketidak-baikan tersebut, jadi perlu saya <em>keep</em>. Ini merupakan wawancara terhadap seorang mantan peramal yang masuk kristen, tentang pengalaman pribadinya dahulu sebagai peramal nasib orang. Jadi ini dapat juga dikatakan sebagai kesaksian pribadi.</p>
<p>Apakah pernyataan mantan tersebut benar atau tidak, dalam konteks yang lebih luas, rasanya bukan itu masalahnya. Karena bagi sang mantan, apa yang pernah diyakini dulu memang benar sesuai dengan keyakinan yang dia alami. Tetapi ternyata setelah mengenal Kristus maka keyakinan yang lama, tanggal sudah.</p>
<p>Jadi ini dapat menjadi pembelajaran bagi kita semua agar sadar tidak perlu harus mengalami sendiri seperti sang mantan tersebut. Jadi semoga tulisan di bawah ini dapat menjadi pencerahan. Amin. </p></blockquote>
<p><span id="more-11"></span></p>
<p><font color="#ff0000"><strong>HATI &#8211; HATI BUAT YANG DOYAN KWAMIA (RAMAL NASIB)</strong></font></p>
<p>Pengakuan Harun Jusuf, Mantan Tukang Kuamia: &#8220;Pasien yang datang justru dikutuk Si Tukang Kwamia!&#8221;</p>
<p>Harun Jusuf, mantan tukang kwamia yang namanya pernah sangat ngetop di kalangan etnis Tionghoa ini, berpenampilan sederhana.  Ditemani Acu, istrinya, Harun Yusuf menjawab serta membuka semua rahasia kwamia secara blak-blakan. Iapun mengaku sedang menyiapkan sebuah tulisan untuk diterbitkan menjadi sebuah buku mengenai perjalanan hidupnya dari Tukang Kwamia menjadi Anak Tuhan.</p>
<p><font color="#008000"><strong>TANYA</strong></font>: Bapak sangat dikenal sebagai tukang kwamia di kalangan etnis Tionghoa. Apa yang Bapak lakukan setiap kali pasien datang?</p>
<p><font color="#ff0000"><strong>JAWAB</strong></font>: Begini. Tak semua pasien yang datang diterima. Tetapi, harus saya uji dulu. Maksudnya ialah saya tanyakan tanggal lahirnya lengkap dengan jam kelahirannya. Lalu didaftar, tunggu, antri dan jam berapa bisa diterima.</p>
<p><font color="#008000"><strong>TANYA</strong></font>: Maksud Bapak?</p>
<p><font color="#ff0000"><strong>JAWAB</strong></font>: Dari tanggal lahirnya, kita harus bikin Pek Jie. Pek Jie ialah sebuah daftar di mana kita dapat menghitung dengan mengutak atik angka berdasarkan tanggal lahir sehingga menghasilkan sebuah angka. Jam, tanggal, bulan, tahun kelahiran diterjemahkan dalam dua huruf. Angka ini disebut Bintang (&#8220;Xing&#8221;). Nah, dari sinilah nasib manusia berjalan sesuai<br />
dengan apa yang sudah ditentukan oleh Pek Jie.</p>
<p><font color="#008000"><strong>TANYA</strong></font>: Dan, ternyata memang tepat?</p>
<p><font color="#ff0000"><strong>JAWAB</strong></font>: Saya jamin 90% tepat, karena memang sudah diuji. Jadi, saya menerima pasien tak sembarangan. Jika menurut perhitungan berdasarkan masa lalunya, kapan menikahnya, kapan punya anaknya, sudah 90 % tepat barulah saya jadikan pasien. Tetapi, kalau kurang dari segitu tak mau saya jadikan pasien. Bisa saja saya katakan bahwa tanggal lahir yang diberikan kepada saya itu salah tanggalnya, karena orangtuanya memang salah mencatatnya.</p>
<p><font color="#008000"><strong>TANYA</strong></font>: Benarkah seseorang yang datang minta dikwamia, rohnya sudah dikuasai terlebih dulu ?</p>
<p><font color="#ff0000"><strong>JAWAB</strong></font>: Ya, benar. Rohnya sudah berada di dalam cengkeraman roh yang saya pelihara. Sejak itu roh pasien harus tunduk pada roh saya apapun yang saya perintahkan. Misalnya saya ramalkan bahwa orang itu akan bercerai, maka rohnya tunduk 100% dan dia pasti akan bercerai ! Padahal sebenarnya belum tentu ia akan bercerai. Roh kamilah yang justru menakdirkan, merencanakan semuanya itu. Ini, yang saya pikir paling tepat. Makanya, tukang kwamia yang makin jitu, makin berbahaya, berarti yang dipeliharanya makin hebat. Bekingnya makin hebat.</p>
<p><font color="#008000"><strong>TANYA</strong></font>: Kalau begitu, kutukan itu datangnya justru dari si tukang kwamia kepada si pasien?</p>
<p><font color="#ff0000"><strong>JAWAB</strong></font>: Ya, betul, secara tak sadar, ya! Saya dipakai oleh roh yang ada dalam diri saya untuk mengutuk manusia atau pasien yang datang! Dengan begitu setiap pasien berada dalam cengkraman kami. <font color="#0000ff">Melalui mulut kami, tukang kwamia keluar kutukan-kutukan yang harus dijalankan secara tak sadar oleh si roh pasien itu</font>. Misalnya, jika dikutuk bahwa tahun depan ia akan disikat orang perusahaannya, biar bagaimana hati-hatipun perusahaannya pasti akan disikat orang lain. Mengapa? Karena rohnya sudah sepenuhnya tunduk kepada roh kami si tukang kwamia!</p>
<p><font color="#008000"><strong>TANYA</strong></font>: Bagaimana pandangan Bapak jika ada orang beragama yang masih datang untuk dikwamia atau diramalkan kehidupannya?</p>
<p><font color="#ff0000"><strong>JAWAB</strong></font>: Orang beragama yang pergi ke tukang kwamia? Oh, banyak. Banyak sekali. Dulu, sebelum saya bertobat, sudah <font color="#0000ff">bukan rahasia lagi jika di antara sekian banyak pasien saya, banyak yang orang beragama</font>. Cuma, setelah saya bertobat, saya ingin memberitahukan kepada mereka untuk menghentikan hal tersebut. Sebab, <font color="#0000ff">jika masih tetap percaya atau pergi ke tukang kwamia, nasib mereka sudah tak ada di tangan Tuhan lagi</font>. Ia harus tunduk atau menuruti kepada ramalan-ramalan yang dia pegang. Setelah saya bertobat, saya membaca Firman Tuhan dalam Roma 6 : 16  sbb:</p>
<blockquote><p>Apakah kamu tidak tahu, bahwa apabila kamu menyerahkan dirimu kepada seseorang sebagai hamba untuk mentaatinya, kamu adalah hamba orang itu, yang harus kamu taati, baik dalam dosa yang memimpin kamu kepada kematian, maupun dalam ketaatan yang memimpin kamu kepada kebenaran ?<br />
[Roma 6:16]</p></blockquote>
<p>Nah, jika orang beragama masih pergi dan percaya kepada tukang kwamia, ia menjadi hamba dari roh tukang kwamia. Menjadi hamba roh tukang kwamia, pasti ada imbalan atau tumbal yang harus dibayar. Ingin diramal baik, sudah tentu tak gratis. Jadi, harus ada bayarannya dan bayarannya mahal yaitu nyawa salah seorang keluarga kita. Seperti yang dulu pernah saya alami. Dua orang anak saya meninggal dunia.</p>
<p><font color="#008000"><strong>TANYA</strong></font>: Jadi, tumbal adalah suatu keharusan jika kita meminta sesuatu kepada tukang kwamia?</p>
<p><font color="#ff0000"><strong>JAWAB</strong></font>: Di dunia mana ada yang gratis, kecuali ASI, air susu ibu yang kita minum. Kita pinjam uang kepada bank. Tak mungkin bank memberi secara gratis. Kita harus membayar bunganya, bukan? Kita pinjam uang sama teman. Namanya hutang, bukan? Kecuali dari orangtua kita.</p>
<p>Di alam roh juga begitu. Harus ada harga yang harus dibayar. Karena itu, jika memperoleh hasil, maka hasil itu harus jelas, apakah dari Tuhan atau bukan. Jika dari Tuhan, maka Ia akan memberi tanpa imbalan. Gratis ! misalnya : Ia menciptakan matahari. Orang jahat pun bisa menikmati sinar matahari. Begitu pula dengan air. Air, Tuhan berikan secara gratis. Kalau kita harus membeli air, itu karena kita harus membayar ongkos pembuatan air. Airnya kan gratis.</p>
<p><font color="#008000"><strong>TANYA</strong></font>: Menurut orang Tionghoa yang kokoh memegang tradisi lamanya, peranan Shio sangat penting dalam perjalanan hidupnya. Bagaimana sebenarnya hal itu?</p>
<p><font color="#ff0000"><strong>JAWAB</strong></font>: Karena tradisi yang turun-temurun, watak manusia sudah tak berfungsi sebagai watak manusia yang sebenarnya. Sifat dan watak manusia sudah seperti berubah menjadi sifat dan watak binatang. Hal ini terjadi karena sejak zaman dulu, orang Timur sudah ditaklukan oleh gambaran hewan dalam Shio-shio itu. Mau tahu artinya Shio? Shio artinya persis atau sama dengan ! Siapa yang bisa mengutuki anak kita, kalau bukan orangtuanya? Melalui shio itu akhirnya kuasa jahat itu, memakai mulut orangtua supaya mengutuki anaknya!</p>
<p><font color="#008000"><strong>TANYA</strong></font>: Jadi, kalau begitu tak ada shio yang baik?</p>
<p><font color="#ff0000"><strong>JAWAB</strong></font>: Mana ada ! Nasib binatang mana ada yang bagus.</p>
<ul>
<li>
<div>Kelinci artinya playboy. Rumah tangga bakal hancur.</div>
</li>
<li>
<div>Naga, artinya kesombongan.</div>
</li>
<li>
<div>Ular artinya licik.</div>
</li>
<li>
<div>Tikus merusak</div>
</li>
<li>
<div>Kerbau bodoh.</div>
</li>
<li>
<div>Macan sadis atau buas.</div>
</li>
<li>
<div>Kuda diperbudak atau ditunggangi orang.</div>
</li>
<li>
<div>Kambing, kebangetan atau &#8220;awban&#8221; atau berjiwa pemberontak.</div>
</li>
<li>
<div>Monyet nakal. Apa saja berani dia coba.</div>
</li>
<li>
<div>Ayam jadi santapan orang banyak.</div>
</li>
<li>
<div>Anjing tak bisa membedakan. Jika dipelihara perampok, dia akan membela merampok atau majikannya saat melawan polisi. Tak mungkin dia membela polisi saat itu, bukan?</div>
</li>
<li>
<div>Babi ? Huh ! Dia kan binatang jorok. Selalu kembali ke tempat yang kotor dan nasibnya selalu berakhir di tempat pembantaian.</div>
</li>
</ul>
<p><font color="#008000"><strong>TANYA</strong></font>: Kalau dengan horoskop?</p>
<p><font color="#ff0000"><strong>JAWAB</strong></font>: Nah, di dunia Barat, dikutuki melalui horoskop yang mengambil sifat-sifat binatang. Manusia sudah berada dalam perangkap iblis dan iblis sudah berkeliaran di dunia ini dan mempengaruhi manusia agar jiwanya tidak seperti manusia melainkan berjiwa dan bersifat seperti binatang. Ajaran manusia membunuh, merampok, memperkosa. Kita lihat anak membunuh orangtuanya, ayah memperkosa anaknya, jiwanya sudah seperti binatang.</p>
<p>Pesan : So guys, jangan percaya&amp; coba2 lihat ramalan u/ hindari adanya celah dosa.</p>
<p>Percaya pada Tuhan and <font color="#ff00ff">Do all The Best in our live for GOD GLORY</font>.</p>
<p>God Bless You.</p>
<p>Thanks &amp; best regards,</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dbrot.wordpress.com/11/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dbrot.wordpress.com/11/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dbrot.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dbrot.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dbrot.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dbrot.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dbrot.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dbrot.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dbrot.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dbrot.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dbrot.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dbrot.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dbrot.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dbrot.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dbrot.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dbrot.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dbrot.wordpress.com&amp;blog=1977127&amp;post=11&amp;subd=dbrot&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dbrot.wordpress.com/2008/03/07/awas-ramal-nasib/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1d36c2b4b0e1a332ecf7ab40d83cfe54?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">dbrot</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>busway &#8211; suatu solusikah ?</title>
		<link>http://dbrot.wordpress.com/2007/10/26/busway-suatu-solusikah/</link>
		<comments>http://dbrot.wordpress.com/2007/10/26/busway-suatu-solusikah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Oct 2007 00:00:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dbrot</dc:creator>
				<category><![CDATA[umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dbrot.wordpress.com/2007/10/26/busway-suatu-solusikah/</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai ibukota, Jakarta masih manjadi suatu tumpuan. Kelengkapan fasilitas maupun perkantoran yang ada menyebabkan banyak orang berbondong-bondong ke Jakarta. Banyaknya orang di Jakarta untuk bekerja dan berusaha, tidak ditunjang oleh ketersediaan perumahan di dalamnya, akibatnya mereka harus tinggal di pinggiran kota. Oleh karena itulah istilah Jabodetabek (JAkarta BOgor DEpok TAngerang BEKasi) cukuplah populer. Kesannya keren, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dbrot.wordpress.com&amp;blog=1977127&amp;post=10&amp;subd=dbrot&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai ibukota, Jakarta masih manjadi suatu tumpuan. Kelengkapan fasilitas maupun perkantoran yang ada menyebabkan banyak orang berbondong-bondong ke Jakarta.</p>
<p>Banyaknya orang di Jakarta untuk bekerja dan berusaha, tidak ditunjang oleh ketersediaan perumahan di dalamnya, akibatnya mereka harus tinggal di pinggiran kota. Oleh karena itulah istilah Jabodetabek (<font color="#0000ff">JA</font>karta <font color="#0000ff">BO</font>gor <font color="#0000ff">DE</font>pok <font color="#0000ff">TA</font>ngerang <font color="#0000ff">BE</font>Kasi) cukuplah populer. Kesannya keren, padahal pinggiran kota !</p>
<p><span id="more-10"></span></p>
<p>Akibatnya apa ? Lalu lalang orang-orang dari tempat tinggal (di pinggiran) ke tempat kerja (kota) menyebabkan lalu lintas padat kalau tidak mau dikatakan crowded. Dimulai dengan sarana angkutan umum yang amburadul (penuh sesak dan lama karena perlu ngetem) , sedangkan sisi lain adanya kemudahan kredit sepeda motor, maka semakin semrawutnya jalan-jalan di Jakarta dan sekitarnya.</p>
<p>Jadi densitas kendaraan sudah sangat padat, ibarat got sudah penuh dengan air dan sampahnya yang terangkut sehingga di sana-sini pada berceceran (tidak terangkut).</p>
<p>Kondisi tersebut sudah berlangsung lama, pemerintah tentu juga pusing. Melihat kondisi tersebut pikiran awam tentu akan mengambil langkah tegas, yaitu :</p>
<ul>
<li>besarkan jalan agar volume yang dapat ditampung bertambah.</li>
<li>bikin jalan alternatif baru (jalan tol atau arteri)</li>
<li>bikin sarana pengangkut lain yang efektif (angkutan massa alternatif lain)</li>
</ul>
<p>Itu adalah pikiran waras dengan logika berpikir sederhana.</p>
<p>Tapi apa yang terjadi, dipilihnya busway, modus angkutan baru tetapi mengambil porsi saluran jalan yang lama. Apa yang terjadi.</p>
<p>Memang kasus per kasus, untuk bagian jalan yang cukup lebar, sehingga bila diambil sebagian tidak menjadi masalah maka adanya sarana busway tersebut cukup membantu. Membantu kata saya, tapi bukan solusi tuntas.</p>
<p>Tapi jika bagian jalan yang dipakai untuk busway terbatas, lalu bagaimana ? Ya itu, pemakai jalan lain menjadi korban. Contohnya, silahkan aja lewat jalan protokol dari Cawang &#8211; Grogol, lihatlah bagian jalan yang dipakai busway pada jam-jam sibuk, yaitu pukul 6.30 &#8211; 9.00 pagi.</p>
<p>Gimana ?</p>
<p>Kayaknya kalau soal keruwetan jalan di ibukota kita ini, kayaknya belum tuntas. Ada solusi ?</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dbrot.wordpress.com/10/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dbrot.wordpress.com/10/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dbrot.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dbrot.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dbrot.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dbrot.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dbrot.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dbrot.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dbrot.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dbrot.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dbrot.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dbrot.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dbrot.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dbrot.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dbrot.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dbrot.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dbrot.wordpress.com&amp;blog=1977127&amp;post=10&amp;subd=dbrot&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dbrot.wordpress.com/2007/10/26/busway-suatu-solusikah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1d36c2b4b0e1a332ecf7ab40d83cfe54?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">dbrot</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>perlukah kita menjaga penampilan ?</title>
		<link>http://dbrot.wordpress.com/2007/10/25/perlukah-kita-menjaga-penampilan/</link>
		<comments>http://dbrot.wordpress.com/2007/10/25/perlukah-kita-menjaga-penampilan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Oct 2007 02:19:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dbrot</dc:creator>
				<category><![CDATA[motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dbrot.wordpress.com/2007/10/25/perlukah-kita-menjaga-penampilan/</guid>
		<description><![CDATA[Wah bapak ini, koq jadi kemayu (istilah jawa untuk genit). Biasa saja, wajar wong sudah tua. Wajar gimana sih ? Lho apa ini nggak bisa disebut wajar juga bune. Begini bune, kamu khan sudah tahu kalau rambutku udah botak dan ubanan. Rambut sedikit dan sebagian udah botak, jadi kalau panjang sedikit aja dari rambut dikepala yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dbrot.wordpress.com&amp;blog=1977127&amp;post=8&amp;subd=dbrot&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Wah bapak ini, koq jadi kemayu (istilah jawa untuk genit). Biasa saja, wajar wong sudah tua.</p>
<p>Wajar gimana sih ? Lho apa ini nggak bisa disebut wajar juga bune.</p>
<p>Begini bune, kamu khan sudah tahu kalau rambutku udah botak dan ubanan. Rambut sedikit dan sebagian udah botak, jadi kalau panjang sedikit aja dari rambut dikepala yang udah sedikit itu jadi nggak kelihatan rapi, oleh karena itu saya potong pendek jadi nggak terlalu menyolok. Juga potongannya aku sisain rambutnya lalu aku semir hitam. Jadi tampilannya kelihatan segar gitu.</p>
<p><span id="more-8"></span></p>
<p>Segar dan tidak kelihatan tua, biar kelihatan penuh gairah. Gairah yang positip lho, berkarya gitu. Itu penting karena pekerjaanku adalah guru. Jika itu ditunjang oleh berpakaian rapi (nggak perlu menyolok), pakai dasi dan berpenampilan ceria. Saya yakin itu juga menambah semangat siswa untuk bersama-sama belajar di kelas.</p>
<p>Gitu khan.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dbrot.wordpress.com/8/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dbrot.wordpress.com/8/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dbrot.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dbrot.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dbrot.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dbrot.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dbrot.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dbrot.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dbrot.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dbrot.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dbrot.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dbrot.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dbrot.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dbrot.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dbrot.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dbrot.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dbrot.wordpress.com&amp;blog=1977127&amp;post=8&amp;subd=dbrot&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dbrot.wordpress.com/2007/10/25/perlukah-kita-menjaga-penampilan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1d36c2b4b0e1a332ecf7ab40d83cfe54?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">dbrot</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>pendidikan anak</title>
		<link>http://dbrot.wordpress.com/2007/10/24/pendidikan-anak/</link>
		<comments>http://dbrot.wordpress.com/2007/10/24/pendidikan-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Oct 2007 22:33:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dbrot</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dbrot.wordpress.com/2007/10/24/pendidikan-anak/</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai orang tua anak yang telah memasuki usia remaja tentu kita peduli dengan pendidikan yang sedang ditekuninya. Mestinya demikian juga bukan. Anak merupakan investasi keberadaan kita di hari esok, apakah bisa seperti itu ? Ya minimal nilai-nilai yang kita hayati juga dapat diteruskan oleh anak-anak kita. Anak merupakan cermin orang tua. Meskipun sekolah umum penting, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dbrot.wordpress.com&amp;blog=1977127&amp;post=7&amp;subd=dbrot&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai orang tua anak yang telah memasuki usia remaja tentu kita peduli dengan pendidikan yang sedang ditekuninya. Mestinya demikian juga bukan.</p>
<p>Anak merupakan investasi keberadaan kita di hari esok, apakah bisa seperti itu ? Ya minimal nilai-nilai yang kita hayati juga dapat diteruskan oleh anak-anak kita. Anak merupakan cermin orang tua.</p>
<p><span id="more-7"></span></p>
<p>Meskipun sekolah umum penting, tetapi sekolah dalam keluarga juga penting. Nilai-nilai utama dapat juga kita berikan.</p>
<p>Prinsip utama pendidikan yang harus diberikan adalah <strong>kemampuan untuk mandiri</strong>, belajar untuk mampu mengurus diri sendiri, belajar mampu untuk mandiri belajar sendiri dan belajar untuk mandiri berinteraksi dengan orang lain. Diharapkan pada tahap tersebut anak kita mampu menyelesaikan kewajiban dasar persekolahan. Istilahnya lolos aja dari setiap evaluasi sekolah. Pada tahapan tersebut maka si anak mempunyai keyakinan bahwa dia minimal mempunyai kemampuan sama dengan teman-teman lain. Pada kondisi ini diharapkan si anak tidak memerlukan les-les privat tambahan.</p>
<p>Jika tahap mandiri sudah, maka sebaiknya si anak diberi kesibukan ekstra kurikuler yang khas sehingga anak mempunyai keyakinan bahwa dia berbeda dengan teman-teman yang lain. Ekstra skul tersebut bisa berupa olahraga atau kesenian. Jadi diberi modal agar berani aktualisasi diri, bahwa dia mempunyai keistimewaan dengan yang lain. Jadi tempatnya adalah <strong>kemampuan aktualisasi diri</strong>.</p>
<p>Dengan dua hal tersebut diharapkan si anak berani tampil beda dan percaya diri, sisi lain si anak harus selalu dimonitor bahwa semua kemampuan tersebut bukan untuk menyombongkan diri sendiri, bahwa itu adalah punya maksud tertentu, bukan untuk diri sendiri tetapi sebenarnya adalah untuk kemulyaan-NYA.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dbrot.wordpress.com/7/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dbrot.wordpress.com/7/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dbrot.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dbrot.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dbrot.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dbrot.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dbrot.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dbrot.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dbrot.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dbrot.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dbrot.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dbrot.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dbrot.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dbrot.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dbrot.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dbrot.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dbrot.wordpress.com&amp;blog=1977127&amp;post=7&amp;subd=dbrot&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dbrot.wordpress.com/2007/10/24/pendidikan-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1d36c2b4b0e1a332ecf7ab40d83cfe54?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">dbrot</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>tampilan dalam suatu tulisan, pentingkah ?</title>
		<link>http://dbrot.wordpress.com/2007/10/24/tampilan-dalam-suatu-tulisan-pentingkah/</link>
		<comments>http://dbrot.wordpress.com/2007/10/24/tampilan-dalam-suatu-tulisan-pentingkah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Oct 2007 10:26:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dbrot</dc:creator>
				<category><![CDATA[menulis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dbrot.wordpress.com/2007/10/24/tampilan-dalam-suatu-tulisan-pentingkah/</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan disini maksudnya adalah artikel yang dipublikasikan, bisa di jurnal ilmiah, majalah, seminar (prosiding) , skripsi, laporan kerja dan sebagainya. Saya selalu menekankan bahwa dalam dua aspek dari tulisan maka yang pertama-tama perlu diperhatikan adalah aspek tampilan fisik. Setelah itu baru  isinya. Jadi cara mengevaluasinya seperti cara orang pandir (lugu) ketika menilai orang gitu. Dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dbrot.wordpress.com&amp;blog=1977127&amp;post=4&amp;subd=dbrot&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan disini maksudnya adalah artikel yang dipublikasikan, bisa di jurnal ilmiah, majalah, seminar (prosiding) , skripsi, laporan kerja dan sebagainya.</p>
<p>Saya selalu menekankan bahwa dalam dua aspek dari tulisan maka yang pertama-tama perlu diperhatikan adalah <strong>aspek tampilan fisik</strong>. Setelah itu baru  <strong>isinya</strong>. Jadi cara mengevaluasinya seperti cara <font color="#0000ff"><u>orang pandir</u> (lugu) ketika menilai orang gitu</font>. Dari tampilannya, baru <strike>isi</strike> hatinya. He, he, he begitu bukan. Jadi jika demikian kita juga mudah tertipu ya ?</p>
<p><span id="more-4"></span></p>
<p>Tampilan disini dalam suatu tulisan adalah format-nya, cara memutus kalimat-kalimat dalam suatu paragraf serta font-font-nya. Menurut saya itu penting sekali. Jika itu semua terpenuhi maka tentunya enak dibaca oleh mata dan tidak melelahkan. </p>
<p>Artinya dibaca bolak-balikpun tidak membosankan.</p>
<p>Jika tulisan tersebut telah dibaca berulang-ulang oleh penulisnya, maka saya yakin jika penulisnya baik tentu hal-hal yang tidak baik pada tulisan tadi akan kelihatan. Akan dikoreksi. Ujung-ujungnya isi tulisan menjadi baik.</p>
<p>Hal tersebut tentu berbeda jika tulisannya tidak enak dilihat, apalagi dibaca. Jadi meskipun mungkin di tulisan tersebut mengandung informasi yang berharga tetapi karena tidak enak di baca maka bisa saja orang-orang tidak tahu karena nggak enak membacanya.</p>
<p>Jadi intinya untuk tulisan yang dipublikasi (orang lain perlu tahu) maka pengaturan format, paragraf, font dan lainnya yang menunjang tampilan suatu tulisan adalah sangat penting.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dbrot.wordpress.com/4/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dbrot.wordpress.com/4/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dbrot.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dbrot.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dbrot.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dbrot.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dbrot.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dbrot.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dbrot.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dbrot.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dbrot.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dbrot.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dbrot.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dbrot.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dbrot.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dbrot.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dbrot.wordpress.com&amp;blog=1977127&amp;post=4&amp;subd=dbrot&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dbrot.wordpress.com/2007/10/24/tampilan-dalam-suatu-tulisan-pentingkah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1d36c2b4b0e1a332ecf7ab40d83cfe54?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">dbrot</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>siapa aku</title>
		<link>http://dbrot.wordpress.com/2007/10/24/siapa-aku/</link>
		<comments>http://dbrot.wordpress.com/2007/10/24/siapa-aku/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Oct 2007 01:28:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dbrot</dc:creator>
				<category><![CDATA[renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dbrot.wordpress.com/2007/10/24/siapa-aku/</guid>
		<description><![CDATA[Kadang-kadang aku bertanya, siapakah aku. Untuk apa aku harus ada. Apakah aku harus berbuat &#8220;apa-apa&#8221; yang menurut orang-orang sekitarku baik, atau menuruti kata hatiku. Pertanyaannya, apakah orang-orang sekitarku memang baik, dan agar menjadi baik adalah mengikuti cara kerja dan tindakan yang mereka lakukan. Televisi telah menjadi media yang murah dan nyata untuk melihat orang-orang disekitarku. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dbrot.wordpress.com&amp;blog=1977127&amp;post=3&amp;subd=dbrot&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kadang-kadang aku bertanya, siapakah aku. Untuk apa aku harus ada. Apakah aku harus berbuat &#8220;apa-apa&#8221; yang menurut orang-orang sekitarku baik, atau menuruti kata hatiku.</p>
<p>Pertanyaannya, apakah orang-orang sekitarku memang baik, dan agar menjadi baik adalah mengikuti cara kerja dan tindakan yang mereka lakukan.</p>
<p><span id="more-3"></span></p>
<p>Televisi telah menjadi media yang murah dan nyata untuk melihat orang-orang disekitarku. Pagi ini aku melihat tayangan yang memperlihatkan sekelompok orang di daerah DEPOK yang mengatas namakan MUI yang menggebrek warung minuman keras dan meluluh-lantakkannya di tengah-tengah jalan. Menurut kelompok yang menggebrek tersebut mereka menyebutkan karena minuman keras tersebut HARAM , jadi harus dimusnahkan !</p>
<p>Mungkin benar pendapat mereka, dan tidak salah, tetapi caranya itu. Apakah itu benar ?</p>
<p>Perdebatan tentang itu rasanya menarik, tetapi yang jelas dari tayangan TV memperlihatkan bahwa masyarakat di DEPOK yang digrebek tersinggung dan ganti menggebrek balik. Di situ ditayangkan ada seorang anggota MUI yang kena batunya dipukuli rame-rame !</p>
<p>Kasian. Orang-orang <strike>kecil </strike>tersebut, benarkah mereka memahami apa yang mereka lakukan. Jika mereka benar-benar ingin menegakkan kebenaran di negeri ini, mengapa tidak berani mulai yang besar dulu, misalnya memberantas korupsi yang membuat negeri tidak sanggup mensejahterakan masyarakatnya yang paling bawah, sehingga mereka tetap tidak sejahtera meskipun sudah gonta-ganti president. Sayang sekali, meskipun di TV tersebut pemimpin-pemimpin mereka terlihat beratribut PUTIH-PUTIH, juga pici yang PUTIH-PUTIH juga (mungkin biar dilihat orang seperti malaikat yang suci) tapi beraninya hanya pada orang kecil.</p>
<p>Pada posisi mana aku sebaiknya bersikap ?</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dbrot.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dbrot.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dbrot.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dbrot.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dbrot.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dbrot.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dbrot.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dbrot.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dbrot.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dbrot.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dbrot.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dbrot.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dbrot.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dbrot.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dbrot.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dbrot.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dbrot.wordpress.com&amp;blog=1977127&amp;post=3&amp;subd=dbrot&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dbrot.wordpress.com/2007/10/24/siapa-aku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1d36c2b4b0e1a332ecf7ab40d83cfe54?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">dbrot</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
